Flek Hitam Saat Hamil: Penyebab dan Cara Mencegah

Flek hitam saat hamil sering berkaitan dengan perubahan hormon dan paparan matahari. Kenali cara mencegahnya serta pilihan perawatan yang perlu dikonsultasikan dengan dokter.

flek-hitam-saat-hamil-penyebab-cara-mencegah

Flek hitam saat hamil umumnya berupa bercak kecokelatan atau abu-abu kecokelatan yang muncul di wajah. Kondisi yang dikenal sebagai melasma atau “masker kehamilan” ini berkaitan dengan perubahan hormon dan dapat makin terlihat setelah kulit terpapar sinar matahari. Meski perubahan warna kulit bisa mengganggu rasa percaya diri, flek semacam ini cukup umum dialami selama kehamilan.

Melasma biasanya muncul bertahap dan dapat tampak di pipi, dahi, hidung, dagu, bibir atas, hingga leher. Pada sebagian orang, bercak juga terlihat di lengan bawah. Bentuknya dapat berupa area gelap yang lebih luas, bukan hanya titik-titik kecil.

Penyebab flek hitam saat hamil

Peningkatan hormon selama kehamilan diduga berperan dalam perubahan pigmentasi kulit. Hormon dapat membuat kulit lebih rentan mengalami penggelapan, sementara paparan sinar ultraviolet menjadi salah satu pemicu yang dapat memperjelas atau memperburuk melasma. Kondisi ini bisa muncul pada berbagai warna kulit, tetapi lebih sering dilaporkan pada perempuan dengan kulit lebih gelap.

Penyebab pasti melasma belum sepenuhnya diketahui. Selain perubahan hormon dan sinar matahari, faktor keturunan juga dapat berpengaruh. Beberapa hal lain yang disebut dapat memicu atau memperburuknya meliputi obat-obatan, kosmetik yang mengiritasi kulit, serta penggunaan kontrasepsi oral atau steroid. Namun, faktor pemicu bisa berbeda pada setiap orang.

Melasma umumnya tidak disertai rasa gatal, nyeri, atau sensasi lain. Meski begitu, bercak yang tampak menggelap belum tentu selalu melasma. Dokter kulit dapat memeriksa kulit dan, bila diperlukan, menggunakan alat khusus untuk melihat kedalaman pigmen atau mengambil sampel kulit guna menyingkirkan kemungkinan kondisi lain.

Perlindungan matahari membantu mencegah penggelapan

Langkah penting untuk mengurangi risiko flek makin gelap adalah melindungi kulit dari matahari. Gunakan tabir surya setiap pagi, termasuk ketika cuaca tidak tampak terik, dan aplikasikan kembali secara berkala. Sumber menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF 50 atau 60; untuk kehamilan, tabir surya mineral dengan zinc oxide dan/atau titanium dioxide juga dapat menjadi pilihan.

Perlindungan matahari tidak serta-merta menghilangkan bercak yang sudah terbentuk, tetapi membantu mencegah penggelapan lebih lanjut. Karena kulit dapat menjadi lebih sensitif terhadap matahari selama kehamilan, kebiasaan menggunakan tabir surya secara teratur menjadi bagian penting dalam perawatan.

Hindari pula produk atau tindakan yang membuat kulit teriritasi. Waxing dan pengelupasan kulit, misalnya, disebut dapat memperburuk melasma pada sebagian orang. Jika suatu produk perawatan menimbulkan iritasi, hentikan pemakaian dan bicarakan dengan dokter mengenai pilihan yang sesuai.

Perawatan perlu disesuaikan dengan kehamilan

Pilihan untuk mengatasi melasma saat hamil terbatas karena keamanan sejumlah obat oles belum diuji secara memadai pada ibu hamil. Produk yang mengandung hidrokuinon, retinoid, atau steroid perlu dihindari selama kehamilan sesuai saran dalam sumber. Jangan menggunakan obat pencerah atau memulai perawatan sendiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.

Beberapa bahan perawatan seperti vitamin C, arbutin, asam glikolat, ekstrak kedelai, dan ekstrak licorice disebut dapat membantu memudarkan flek. Namun, kecocokan dan keamanan produk tetap perlu dibicarakan dengan dokter kandungan atau dokter kulit. Konsultasi penting karena kondisi kulit dan tahap kehamilan setiap orang berbeda.

Dokter juga dapat menilai apakah perawatan tertentu layak dipertimbangkan. Pengelupasan berbahan AHA atau terapi cahaya, misalnya, disebut sebagai pilihan yang dapat dibahas bersama dokter, bukan dilakukan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Tujuan konsultasi adalah memastikan diagnosis sekaligus memilih langkah yang aman bagi ibu dan janin.

Apakah melasma akan hilang setelah melahirkan?

Pada banyak orang, melasma berangsur memudar dalam beberapa bulan setelah melahirkan, seiring kadar hormon kembali ke tingkat normal. Namun, waktunya tidak sama bagi setiap orang dan bercak dapat menetap atau memerlukan perawatan lanjutan. Mereka yang pernah mengalami melasma juga berpeluang mengalaminya kembali pada kehamilan berikutnya.

Jika flek tidak membaik setelah persalinan, atau perubahan kulit terasa mengkhawatirkan, pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan langkah berikutnya. Dengan perlindungan matahari dan perawatan yang disesuaikan, ibu hamil dapat menjaga kesehatan kulit tanpa mengambil risiko dari produk yang belum dipastikan aman.

Beritahariini