Bahaya Mandi dengan Lensa Kontak bagi Penglihatan
Kebiasaan mandi dengan lensa kontak membuat Grace Jamison mengalami Acanthamoeba keratitis hingga kehilangan penglihatan selama empat bulan. Pengalamannya menjadi peringatan bagi pemakai lensa kontak.
Grace Jamison, perempuan asal California, Amerika Serikat, mengalami infeksi mata serius setelah terbiasa mandi dengan lensa kontak masih terpasang. Infeksi Acanthamoeba keratitis membuat penglihatannya hilang selama empat bulan dan meninggalkan kerusakan pada kedua matanya.
Jamison mulai memakai lensa kontak saat berusia 14 tahun. Karena aktivitasnya padat, ia mengenakannya hampir sepanjang hari, termasuk saat mandi, lalu baru melepasnya sebelum tidur. Kebiasaan itu terus dilakukan bertahun-tahun tanpa ia anggap berisiko.
Saat berusia 19 tahun, ia pindah ke Republik Dominika untuk menjalani misi Latter-day Saints. Rutinitas mandi dengan lensa kontak tetap berlanjut. Jamison mengaku tahu bahwa lensa kontak tidak boleh dipakai saat berenang, tetapi tidak menyadari air mandi juga perlu dihindari.
Gejala infeksi mata memburuk dalam hitungan hari
Beberapa hari setelah rutinitas tersebut, mata Jamison mulai terasa gatal dan kering. Tak lama kemudian, kedua matanya menjadi sangat merah dan sensitif terhadap cahaya. Penglihatannya terus memburuk hingga dalam waktu sekitar satu minggu ia hampir tidak bisa melihat.
Dokter awalnya menduga Jamison mengalami infeksi herpes dan meresepkan obat tetes mata steroid. Namun, setelah menjalani pemeriksaan berulang selama sekitar sebulan, ia mendapat diagnosis yang berbeda: Acanthamoeba keratitis.
Mengutip penjelasan Cleveland Clinic, Acanthamoeba keratitis merupakan infeksi mata yang disebabkan organisme mikroskopis. Pengguna lensa kontak termasuk kelompok yang berisiko mengalami kondisi ini. Jamison kemudian menyadari bahwa paparan air pada lensa kontak bisa menimbulkan konsekuensi yang jauh lebih serius daripada yang ia bayangkan.
Acanthamoeba keratitis sempat membuatnya buta
Meski akhirnya mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat, infeksi Jamison tetap berkembang. Ia mengalami kebutaan total pada kedua mata selama empat bulan. Sensitivitas terhadap cahaya juga begitu parah sehingga ia harus terus berada di ruangan gelap.
Dampaknya terasa dalam kehidupan sehari-hari. Jamison, yang sebelumnya aktif, kehilangan kemandirian dan kesulitan melakukan hal sederhana, termasuk makan. Ia juga harus belajar kembali menjalani aktivitas tanpa mengandalkan penglihatan.
“Saya tidak tahu di mana letak barang-barang, dan saya tiba-tiba harus mempelajari kembali hal-hal yang selalu saya anggap biasa,” kata Jamison.
Setelah empat bulan, kondisinya mulai membaik. Infeksi pada mata kiri ternyata tidak separah yang terjadi pada mata kanan. Namun, lebih dari setahun setelah gejala awal muncul, kedua matanya masih mengalami kerusakan dan memiliki bekas luka.
Dengan bantuan kacamata, Jamison kini dapat melihat dengan jelas. Ia masih menjalani pengobatan untuk melawan infeksi, termasuk menggunakan obat tetes mata yang menimbulkan rasa perih. Menurutnya, bukan hanya infeksi yang menyakitkan; proses pengobatannya pun terasa berat.
Pengalaman Jamison menjadi peringatan bagi pemakai lensa kontak
Jamison ingin orang lain lebih memahami risiko membiarkan lensa kontak terpapar air, terutama saat mandi. Ia menekankan bahwa infeksi seperti yang dialaminya tidak hanya dapat terjadi di Republik Dominika, tempat ia tinggal ketika gejala muncul, tetapi bisa terjadi di berbagai belahan dunia.
Kasus ini juga menunjukkan bahwa gejala yang awalnya terasa ringan tidak selalu berhenti pada rasa gatal atau mata kering. Pada Jamison, kondisi berkembang cepat menjadi mata merah, sensitif terhadap cahaya, lalu penglihatan kabur. Karena itu, perubahan pada mata patut mendapat perhatian dan pemeriksaan medis.
Jamison berharap pengalamannya menjadi pengingat agar pengguna lensa kontak tidak meremehkan paparan air. Ia tidak ingin orang lain mengambil risiko yang sama terhadap penglihatan mereka. Pesannya sederhana: menjaga lensa kontak dari air saat mandi jauh lebih baik daripada menghadapi dampak infeksi yang dapat mengubah kehidupan sehari-hari.
