Lansia Jember dengan Ulkus Pedis Kronis Dirujuk

Amze Suminah, 71 tahun, warga Sumberbaru, Jember, dirujuk ke RSD dr. Soebandi setelah tiga kali mendapat layanan homecare untuk ulkus pedis kronis. Pemkab Jember memastikan biaya pengobatan dan pendampingan keluarga difasilitasi.

lansia-jember-ulkus-pedis-kronis-dirujuk

Amze Suminah, 71 tahun, warga Kecamatan Sumberbaru, Jember, dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Lansia yang mengalami ulkus pedis kronis itu sebelumnya menjalani perawatan di rumah, tetapi kondisinya dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis spesialis.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengoordinasikan proses rujukan setelah menerima informasi mengenai kondisi Amze. Pemerintah kabupaten juga memastikan biaya pengobatan, pemindahan pasien, serta pendampingan keluarga selama perawatan di rumah sakit dapat difasilitasi.

Homecare tiga kali belum cukup menangani luka

Sebelum dirujuk, Amze telah didatangi tim medis puskesmas setempat sebanyak tiga kali melalui layanan homecare. Petugas memberikan perawatan di kediaman pasien. Namun, berdasarkan pertimbangan tingkat keparahan luka, layanan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan penanganan medisnya.

Ulkus pedis kronis merupakan luka pada kaki yang sulit sembuh. Dalam kasus Amze, tim medis menilai perawatan lanjutan di rumah sakit diperlukan agar ia dapat memperoleh penanganan yang lebih intensif. Rujukan itu ditujukan untuk memastikan pasien mendapat perhatian sesuai kondisi medisnya.

Proses pemindahan sempat menghadapi kendala. Keluarga pada awalnya khawatir dan belum bersedia membawa Amze ke rumah sakit, sehingga perawatan tetap dilakukan di rumah. Pemerintah dan petugas kesehatan kemudian melakukan pendekatan langsung untuk menjelaskan alasan rujukan serta kebutuhan pasien.

Fawait meminta sejumlah organisasi perangkat daerah turun berkoordinasi, termasuk Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana; Dinas Sosial; serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Jajaran puskesmas setempat turut dilibatkan dalam komunikasi dengan keluarga.

“Kesehatan warga adalah prioritas utama. Ketika kondisi medis membutuhkan penanganan yang lebih intensif, kita tidak boleh tinggal diam. Pemerintah hadir bukan hanya untuk memberikan perintah, tetapi untuk merangkul dan memberikan rasa aman kepada keluarga pasien,” ujar Fawait.

Keluarga setuju pasien dibawa ke RSD dr. Soebandi

Setelah memperoleh penjelasan dan berdiskusi dengan petugas, keluarga akhirnya menyetujui proses evakuasi. Amze kemudian dibawa ke RSD dr. Soebandi Jember untuk mendapat penanganan spesialis dan perawatan intensif.

Koordinasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengatasi keraguan keluarga, sekaligus memastikan keputusan pemindahan pasien didasarkan pada kebutuhan medis. Bagi keluarga, biaya juga menjadi salah satu perhatian dalam mengakses layanan kesehatan.

Pemkab Jember menyatakan kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menghalangi Amze memperoleh perawatan. Pemerintah menjamin biaya pengobatan dan operasional pemindahan pasien, serta menyediakan fasilitas pendampingan bagi keluarga selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit.

Fawait mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan warga, terutama keluarga kurang mampu, tetap dapat mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan. Fasilitasi itu mencakup proses perawatan pasien hingga dukungan bagi keluarga yang mendampinginya.

Pemkab Jember minta warga segera melapor

Kasus Amze juga menjadi perhatian pemerintah daerah terkait peran lingkungan dalam mengenali warga yang membutuhkan pertolongan medis. Fawait mengimbau masyarakat, perangkat desa, serta pengurus RT dan RW untuk menyampaikan laporan apabila menemukan warga dengan kondisi kesehatan yang mendesak.

Laporan, kata dia, dapat disampaikan melalui saluran resmi pemerintah daerah atau dinas terkait. Informasi dari lingkungan sekitar diharapkan membantu petugas dan pemerintah mengetahui kebutuhan warga serta menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan fasilitas kesehatan.

“Jangan biarkan warga kita berjuang sendirian melawan penyakit. Jika ada kasus serupa atau warga kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis mendesak, segera laporkan melalui saluran resmi pemerintah daerah atau dinas terkait,” kata Fawait.

Amze kini menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi setelah sebelumnya mendapat tiga kali kunjungan homecare. Pemerintah daerah menyatakan akan memfasilitasi kebutuhan pengobatannya; sementara imbauan untuk melapor menjadi pengingat bahwa penanganan kasus serupa dapat dimulai dari kepedulian warga di sekitar pasien.

Beritahariini