Indonesia Punya 3.833 Superkaya, Terbanyak Kedua di ASEAN
Indonesia tercatat memiliki 3.833 orang superkaya pada 2026, terbanyak kedua di Asia Tenggara. Jumlahnya diproyeksikan naik 82 persen menjadi 6.966 orang pada 2031.
Indonesia memiliki 3.833 orang superkaya pada 2026, menjadikannya negara dengan populasi individu beraset besar terbanyak kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 6.966 orang pada 2031, atau tumbuh sekitar 82 persen dalam lima tahun.
Angka itu tercantum dalam The Wealth Report 2026 yang diterbitkan konsultan properti Knight Frank. Laporan tersebut menggunakan kategori ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) untuk menyebut individu dengan kekayaan bersih sedikitnya US$30 juta.
Dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS, ambang kekayaan itu setara sekitar Rp534 miliar. Proyeksi kenaikan populasi UHNWI menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan orang superkaya tercepat di dunia hingga 2031.
Indonesia di bawah Singapura dalam jumlah UHNWI
Pada 2026, Singapura masih memimpin Asia Tenggara dengan 7.171 orang yang memiliki kekayaan bersih minimal US$30 juta. Indonesia berada di urutan kedua dengan 3.833 orang, disusul Thailand sebanyak 2.853 orang.
Filipina tercatat memiliki 1.910 UHNWI, sementara Malaysia sebanyak 1.566 orang dan Vietnam 1.233 orang. Perbedaan jumlah itu menunjukkan bahwa posisi Indonesia di kawasan masih berada di bawah Singapura, meski jarak kedua negara belum mengubah peringkat Indonesia sebagai yang kedua di Asia Tenggara.
Dalam cakupan Asia, Indonesia menempati peringkat kedelapan pada 2026. China berada jauh di posisi pertama dengan 121.677 orang, disusul India sebanyak 19.877 orang dan Jepang dengan 18.914 orang.
Singapura menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi dalam daftar Asia, yakni peringkat keempat dengan 7.171 UHNWI. Hong Kong SAR mencatat 6.788 orang, Uni Emirat Arab 4.851 orang, dan Arab Saudi 4.388 orang. Indonesia berada tepat di bawah Arab Saudi, lalu Thailand dan Filipina melengkapi posisi sepuluh besar.
Populasi orang superkaya diproyeksikan naik 82 persen
Perubahan jumlah UHNWI Indonesia terlihat dalam rentang lima tahun terakhir. Knight Frank mencatat populasi kelompok ini bertambah dari 2.805 orang pada 2021 menjadi 3.833 orang pada 2026. Kenaikannya sekitar 36,6 persen.
Laju itu diperkirakan meningkat pada periode berikutnya. Pada 2031, jumlah orang Indonesia dengan kekayaan bersih sedikitnya US$30 juta diproyeksikan mencapai 6.966 orang. Artinya, ada tambahan sekitar 3.133 individu dibandingkan angka 2026.
Proyeksi pertumbuhan 82 persen tersebut merupakan yang tertinggi dalam daftar negara yang dipaparkan Knight Frank. Perkiraan ini membuat Indonesia menonjol bukan karena jumlah UHNWI-nya saat ini paling besar, melainkan karena laju penambahannya dalam lima tahun mendatang diprediksi paling cepat.
Di Asia Tenggara, Vietnam juga diperkirakan mencatat pertumbuhan tinggi. Jumlah UHNWI di negara itu diproyeksikan bertambah 59 persen pada 2026-2031. Filipina diperkirakan tumbuh 49 persen, Singapura 46 persen, sedangkan Thailand 26 persen.
Prospek pertumbuhan di tengah tren global
Secara global, jumlah individu dengan kekayaan bersih minimal US$30 juta diperkirakan mencapai 713.626 orang pada 2026. Angka tersebut meningkat dari 551.435 orang pada 2021. Kawasan Asia Pasifik menampung hampir 31 persen populasi orang superkaya dunia.
Knight Frank menyebut Indonesia bersama Arab Saudi, Polandia, Vietnam, dan Australia sebagai sejumlah negara yang diperkirakan memimpin pertumbuhan populasi UHNWI dalam lima tahun mendatang. Namun, proyeksi tersebut tetap perlu dibaca sebagai perkiraan, bukan jumlah yang sudah tercapai.
Perkembangan berikutnya akan memperlihatkan apakah kenaikan yang diproyeksikan itu benar-benar terwujud. Untuk saat ini, data Knight Frank menunjukkan dua gambaran sekaligus: Indonesia masih berada di bawah Singapura dalam jumlah orang superkaya, tetapi diperkirakan mencatat pertumbuhan paling pesat hingga 2031.
