Chu Nam Ton, Dokter yang Tetap Aktif hingga Usia 102

Dokter ginekologi Chu Nam Ton meninggal pada usia 102 tahun. Kisahnya menyoroti lima prinsip hidup sehat, dari pola makan seimbang hingga dukungan sosial.

chu-nam-ton-dokter-aktif-usia-102

Chu Nam Ton, dokter ginekologi asal Tiongkok yang dikenal atas kiprahnya dalam pengobatan tradisional dan integrasi medis Timur-Barat, meninggal pada 20 Desember 2023 dalam usia 102 tahun. Sepanjang hidupnya, ia dikenal tetap aktif di bidang kedokteran hingga berusia lebih dari satu abad.

Rahasia panjang umurnya, menurut artikel Vietnam.vn, bukanlah obat mahal atau tonik khusus. Prinsip yang dikaitkan dengannya justru berangkat dari kebiasaan sehari-hari: makan seimbang, bergerak, menjaga kesehatan mental, melakukan pemeriksaan rutin, serta memperoleh dukungan keluarga dan komunitas.

Chu lahir di Shanghai pada 27 Januari 1921, dalam keluarga dengan tradisi panjang di bidang pengobatan. Pengalaman dekat dengan dunia medis sejak muda ikut mengantarnya mendedikasikan hidup untuk merawat pasien dan mengumpulkan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit.

Lima kebiasaan untuk menjaga kesehatan di usia lanjut

Pesan yang disampaikan melalui kisah Chu bukan ajakan mengejar proses peremajaan atau mencoba berbagai cara untuk menunda penuaan. Penuaan, sakit, dan kematian merupakan bagian dari kehidupan. Yang lebih penting, menurut prinsip yang dikaitkan dengannya, adalah membangun kebiasaan yang sesuai dengan kondisi tubuh dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Hal pertama ialah menjaga pola makan tetap beragam dan seimbang. Asupan protein, vitamin, mineral, dan serat dapat diperoleh dari berbagai bahan, termasuk sayuran hijau, buah segar, biji-bijian utuh, ikan, telur, dan kacang-kacangan.

Sebaliknya, makanan tinggi garam, gula tambahan, dan lemak jenuh perlu dibatasi. Pola makan yang baik bukan berarti mengikuti diet ekstrem, melainkan mempertahankan kebiasaan yang masuk akal dan sesuai kebutuhan tubuh. Artikel tersebut juga mengingatkan agar orang tidak bergantung pada suplemen yang tidak didukung dasar ilmiah.

Kebiasaan kedua adalah tetap aktif secara fisik. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, tai chi, atau latihan kekuatan dapat membantu menjaga kebugaran, dengan pilihan dan intensitas yang disesuaikan usia serta kondisi kesehatan masing-masing.

Aktivitas fisik dapat mendukung fungsi jantung, kekuatan otot, kesehatan tulang dan sendi, serta membantu mengendalikan gula darah dan tekanan darah. Rekomendasi umum bagi orang dewasa yang dicantumkan dalam artikel itu adalah setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang dalam sepekan. Namun, kebutuhan tiap orang dapat berbeda.

Kesehatan mental, pemeriksaan, dan dukungan sosial

Perhatian terhadap kesehatan mental menjadi prinsip berikutnya. Stres berkepanjangan dapat memengaruhi tidur, pola makan, dan kondisi fisik. Menjaga sikap positif bukan berarti berpura-pura tidak menghadapi masalah, melainkan belajar menyikapi kesulitan, menerima hal yang tidak bisa diubah, dan tetap merawat diri.

Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting karena sejumlah penyakit kronis dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indikator kesehatan lain dapat membantu menemukan masalah lebih awal sehingga tindak lanjut dapat dilakukan dengan tepat.

Skrining kanker tertentu—seperti kanker payudara, serviks, kolorektal, dan prostat—juga dapat membantu mendeteksi kelainan sejak dini. Jenis dan frekuensi pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Artikel tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak menjalani terlalu banyak tes atau mengonsumsi obat tanpa arahan tenaga medis.

Prinsip kelima adalah pentingnya keluarga dan komunitas dalam kehidupan lansia. Dukungan dari orang-orang di sekitar dapat membuat mereka merasa diperhatikan dan memiliki tempat dalam lingkungan sosialnya. Cuplikan sumber tidak merinci bentuk dukungan tersebut, tetapi menempatkannya sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan pada usia lanjut.

Kisah Chu Nam Ton memberi gambaran tentang cara pandang yang menekankan kebiasaan berkelanjutan, bukan jalan pintas. Lima prinsip itu bukan jaminan seseorang akan mencapai usia tertentu, tetapi dapat menjadi pengingat untuk membangun pola hidup sehat dan meminta saran tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

Beritahariini