BOR RSUD Kudus Mendekati 85 Persen, IGD Padat

BOR RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mendekati 85 persen, sedangkan antrean IGD mencapai 35 hingga 50 pasien per hari. Rumah sakit mengoptimalkan ruang rawat dan mempercepat evaluasi pasien.

bor-rsud-kudus-mendekati-85-persen-igd-padat

RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mendekati 85 persen sejak pertengahan September 2026. Pada periode yang sama, jumlah pasien dengan demam dan gejala lain meningkat, sementara antrean di Instalasi Gawat Darurat (IGD) mencapai 35 hingga 50 orang per hari.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Andini Aridewi, mengatakan kenaikan BOR terlihat sejak pertengahan September. Rumah sakit kini mengoptimalkan ruang rawat yang tersedia sekaligus mempercepat evaluasi pasien agar alur pelayanan tetap berjalan.

Andini menyebut pasien terus datang ke rumah sakit, sehingga kondisi tempat tidur dan kepadatan IGD perlu dikelola secara cermat. Tidak semua tempat tidur yang belum terisi dapat digunakan untuk pasien umum karena sebagian diperuntukkan bagi layanan khusus.

Pasien infeksi dan demam meningkat

Menurut Andini, kasus infeksi dengan gejala demam menjadi salah satu kondisi yang mengalami peningkatan. Namun, ia belum menyampaikan angka terperinci mengenai jumlah maupun persentase kasus tersebut dan mengatakan data itu masih perlu diperiksa kembali.

“Sebetulnya kasusnya hampir sama, cuma yang agak meningkat itu kasus-kasus infeksi, panas atau demam, disertai gejala yang lain,” kata Andini melalui sambungan telepon, Kamis (15/10/2026).

Jenis infeksi yang ditemukan beragam. Di antaranya infeksi saluran pernapasan dan infeksi saluran pencernaan. Sebagian infeksi dapat menular, sehingga pencegahan dan perhatian terhadap kebersihan menjadi penting, terutama saat kondisi cuaca panas disertai banyak debu.

Andini mengimbau masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat. Ia menyarankan warga mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Saat berada di lingkungan berdebu, masyarakat juga diminta menghindari paparan dengan menggunakan masker.

Kapasitas 398 tempat tidur dioptimalkan

RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus memiliki total 398 tempat tidur. Dengan BOR yang mendekati 85 persen, rumah sakit mengoptimalkan seluruh ruangan yang tersedia untuk mendukung pelayanan pasien.

Meski demikian, kapasitas yang tersisa tidak sepenuhnya bisa dialihkan untuk menampung pasien umum. Sebagian tempat tidur berada di ruangan dengan fungsi khusus, termasuk ruang bersalin, unit perawatan intensif atau ICU, serta high care unit (HCU).

Penggunaan ruang-ruang tersebut harus menyesuaikan kebutuhan pelayanan masing-masing. Karena itu, ruang yang tampak belum terisi belum tentu dapat digunakan untuk pasien dengan kebutuhan perawatan berbeda.

“Kami mengoptimalkan semua ruangan yang ada. Hanya saja, ruangan-ruangan khusus seperti bersalin, ICU, dan HCU memang tidak bisa digunakan di luar fungsi yang seharusnya,” jelas Andini.

Evaluasi pasien untuk mengurangi antrean IGD

Untuk mengantisipasi penumpukan, rumah sakit mempercepat evaluasi terhadap pasien yang sedang menjalani rawat inap. Pasien yang kondisinya telah memenuhi syarat untuk pulang akan segera diproses, sehingga tempat tidurnya dapat kembali digunakan oleh pasien lain yang membutuhkan perawatan.

Upaya tersebut juga ditujukan untuk menjaga kelancaran alur pelayanan dan mengurangi penumpukan di IGD. Jumlah antrean di unit itu berkisar 35 hingga 50 pasien setiap hari, dengan pasien yang terus berdatangan.

“Setiap hari kami harus mempercepat dan mengoptimalkan proses evaluasi, mana pasien yang sudah bisa pulang, kemudian segera mengatur agar tidak terjadi penumpukan di IGD. Pasien terus mengalir setiap saat,” ujar Andini.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan, rumah sakit mengandalkan pengaturan kapasitas dan evaluasi pasien untuk menjaga ruang perawatan tetap tersedia. Bagi masyarakat, imbauan menjaga asupan cairan, istirahat, gizi, dan perlindungan dari debu menjadi langkah pencegahan yang dapat dilakukan saat cuaca panas.

Beritahariini