Tabrakan Kereta Spanyol: 17 Menit yang Diselidiki

Sedikitnya 69 orang tewas dalam tabrakan dua kereta cepat di Spanyol. Penyelidik menelusuri gangguan persinyalan dan keputusan yang mendahului benturan.

tabrakan-kereta-spanyol-17-menit-yang-diselidiki

Tabrakan dua kereta cepat di jalur Madrid-Sevilla, Spanyol, menewaskan sedikitnya 69 orang dan melukai puluhan lainnya pada Rabu pagi waktu setempat. Penyelidik kini berusaha mengurai rangkaian kejadian sebelum kereta Renfe menabrak bagian belakang kereta Iryo yang berhenti di dekat Urda, Provinsi Toledo.

Perhatian tertuju pada rentang 17 menit sebelum benturan, yang menjadi misteri dalam penyelidikan awal. Pertanyaan utamanya: bagaimana kereta yang berhenti bisa berada di jalur perjalanan kereta lain, sementara jalur tersebut memiliki sejumlah lapis sistem keselamatan?

Bukti awal yang dikutip dari sumber pemerintah mengarah pada kemungkinan kesalahan manusia setelah sistem persinyalan utama mengalami gangguan. Namun, penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan. Penyelidik perlu memastikan urutan perintah yang diberikan, kondisi sistem saat itu, serta apakah prosedur operasional telah dijalankan.

Gangguan persinyalan dan peralihan ke kendali manual

Kecelakaan terjadi di kilometer 118 jalur kereta cepat Madrid-Sevilla, di kawasan antara Mora, Orgaz, dan Urda. Jalur yang dibuka pada April 1992 itu merupakan jalur kereta cepat tertua di Spanyol. Saat ini, infrastrukturnya sedang menjalani program modernisasi.

Laporan awal menyebut sistem keselamatan mengalami kegagalan pada hari kejadian. Akibatnya, delapan kereta di area tersebut dihentikan. Pusat kendali kemudian beralih ke pengoperasian manual dan menginstruksikan kereta-kereta untuk melanjutkan perjalanan.

Satu kereta Iryo dilaporkan tidak dapat kembali berjalan dan tetap berhenti di jalur. Sementara itu, sebuah kereta cepat AVE yang melaju di belakangnya meneruskan perjalanan atas instruksi petugas di pusat kendali Atocha, Madrid. Kereta itu kemudian menabrak Iryo. Kecepatan saat benturan belum dapat dipastikan.

Rangkaian tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan: kapan kegagalan terdeteksi, bagaimana informasi disampaikan, dan apa yang diketahui petugas maupun masinis ketika kereta kembali bergerak. Keterangan awal belum menjelaskan secara terperinci apa yang berlangsung pada setiap menit dalam rentang yang menjadi sorotan itu.

Sejumlah lapis pengaman di jalur Madrid-Sevilla

Jalur Madrid-Sevilla menggunakan sistem LZB, teknologi buatan Jerman yang memantau kecepatan kereta secara berkelanjutan dan menyampaikan instruksi lalu lintas ke kabin masinis. Jika sistem otomatis itu tidak berfungsi, pengoperasian dapat dialihkan ke kendali manual—sebuah kondisi yang menuntut koordinasi antara pusat kendali dan awak kereta.

Di jalur tersebut, LZB tengah digantikan secara bertahap oleh European Rail Traffic Management System (ERTMS), sistem yang dikembangkan untuk menyelaraskan persinyalan dan kendali kereta di Eropa. ERTMS Level 2, yang diterapkan pada jalur itu, mengawasi kecepatan dan pengereman secara berkelanjutan, dengan komunikasi radio sebagai bagian penting sistemnya.

Namun, keselamatan perjalanan tidak bertumpu pada satu teknologi saja. Jalur juga dilengkapi ASFA, yang mengirimkan informasi dari perangkat di pinggir rel kepada masinis. Sistem ini dapat memberi peringatan mengenai sinyal, memantau kecepatan saat kereta mendekati sinyal, dan mengaktifkan rem otomatis dalam keadaan tertentu, termasuk ketika kereta melewati sinyal berhenti.

Pengelola infrastruktur, Adif, juga mengandalkan sistem kendali blok untuk menjaga jarak aman antarkereta. Jalur dibagi menjadi beberapa bagian, sementara sistem pendeteksi mengidentifikasi apakah ada kereta di setiap bagian. Informasi kecepatan dan jarak diteruskan kepada masinis sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas.

Penyelidikan menelusuri keputusan dan komunikasi

Komunikasi antara kereta dan pusat kendali menggunakan GSM-R, jaringan seluler khusus untuk suara dan data yang dirancang menghindari interferensi. Teknologi ini menggantikan sistem analog Train-Ground yang lebih lama. Penyelidik perlu memeriksa pula bagaimana komunikasi berlangsung ketika sistem persinyalan bermasalah dan pengendalian dilakukan secara manual.

Rekonstruksi peristiwa akan menentukan apakah gangguan teknis menjadi pemicu, apakah instruksi yang diberikan telah dipahami dengan benar, atau apakah terdapat kesalahan dalam pelaksanaan prosedur. Bisa jadi lebih dari satu faktor berperan. Kesimpulan baru dapat ditarik setelah bukti teknis dan keterangan terkait diperiksa.

Besarnya korban membuat kecelakaan ini menjadi salah satu bencana kereta terburuk di Eropa modern dan yang terburuk di Spanyol sejak 2013. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari. Di tengah duka keluarga korban, penyelidikan diharapkan menjelaskan bagaimana lapisan keselamatan yang dirancang untuk mencegah tabrakan tidak mampu menghentikan tragedi tersebut.

Beritahariini