Pesawat Singapore Airlines Oleng Saat Mendarat di Perth
Pesawat Singapore Airlines SQ213 sempat oleng saat mendekati Bandara Perth di tengah angin kencang. Pilot membatalkan pendaratan pertama; pesawat akhirnya mendarat dengan selamat.
Pesawat Singapore Airlines (SIA) yang terbang dari Singapura ke Perth, Australia, sempat oleng ketika hendak mendarat pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Dalam rekaman yang beredar, pesawat tampak miring dengan salah satu sayap mendekati permukaan tanah sebelum pilot membatalkan pendaratan dan melakukan go-around.
Maskapai menyebut penerbangan SQ213 menghadapi angin kencang saat mendekati Bandara Internasional Perth. Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat pada pukul 12.30 waktu setempat dan meluncur menuju gerbang, menurut keterangan SIA yang dikutip Channel News Asia pada Senin, 2 November 2026.
Pesawat SIA membatalkan pendekatan pertama
Video insiden tersebut memperlihatkan pesawat turun menuju landasan pacu di bawah langit mendung. Saat mendekati landasan, badan pesawat terlihat miring dan salah satu sayap tampak sangat dekat dengan tanah. Pilot kemudian menjauhkan pesawat dari landasan, alih-alih meneruskan upaya mendarat.
Tindakan itu dikenal sebagai go-around. Dalam keterangan yang dimuat CNBC Indonesia, prosedur tersebut berarti pilot menghentikan pendekatan atau pendaratan, lalu membawa pesawat menjauh sebelum mencoba mendarat kembali.
Dalam insiden ini, penerbangan SQ213 tidak langsung menyentuh landasan pada upaya pertama. Pesawat mengudara kembali, lalu melakukan pendekatan berikutnya. SIA menyatakan pesawat kemudian berhasil mendarat dengan selamat dan menuju gerbang bandara.
Peristiwa itu menjadi perhatian setelah rekamannya dibagikan di media sosial. Video memperlihatkan secara singkat kondisi pesawat saat diterpa angin ketika berada dekat landasan. Namun, rekaman tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh kondisi penerbangan atau keputusan yang diambil awak pesawat.
Penumpang dan saksi menggambarkan detik menegangkan
Chris Perry, pengguna Facebook yang mengunggah klip tersebut, menulis bahwa saudara perempuannya berada di dalam pesawat. Ia menggambarkan pesawat itu hampir jatuh saat mendarat dan mengatakan pilot menemukan “celah dalam hembusan angin” pada percobaan kedua.
“Untuk sesaat, hati kami berada di mulut kami,” tulis Perry, seperti dikutip Channel News Asia.
Unggahan itu menggambarkan ketegangan yang dirasakan orang-orang yang menyaksikan pesawat berusaha mendarat. Pengguna Facebook lain, Kieron Bevan, juga menyoroti posisi sayap pesawat yang terlihat dekat dengan tanah dalam rekaman.
“Sayap kanan lebih dekat dari yang saya inginkan! Saya menahan napas saat berada di darat dan pastinya di dalam pesawat, saat berkeliling,” tulis Bevan.
Reaksi di media sosial menunjukkan kekhawatiran terhadap kejadian tersebut. Meski demikian, keterangan resmi yang dikutip menyebut pesawat akhirnya mendarat dengan selamat. Tidak ada rincian lebih lanjut dalam laporan mengenai kondisi penumpang atau pemeriksaan pesawat setelah tiba di gerbang.
Angin kencang jadi faktor yang disebut maskapai
SIA menyatakan angin kencang terjadi ketika SQ213 mendekati Bandara Internasional Perth. Informasi itu menjadi satu-satunya faktor penyebab yang disebutkan dalam keterangan maskapai yang dimuat CNA. Laporan tersebut tidak menjelaskan lebih jauh seberapa kuat hembusan angin maupun kondisi teknis pesawat.
Keputusan untuk tidak meneruskan pendekatan pertama terlihat jelas dalam video: pesawat menjauh dari landasan, kemudian mencoba kembali. Berdasarkan keterangan yang tersedia, pendaratan kedua berlangsung aman dan pesawat meluncur ke gerbang pada pukul 12.30 waktu setempat.
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa pendekatan ke landasan dapat berubah dalam hitungan detik ketika kondisi angin menjadi tantangan. Dalam kejadian di Perth tersebut, pilot memilih membatalkan upaya pertama, sementara penumpang dan saksi di darat menyaksikan momen yang mereka gambarkan menegangkan. Kepastian yang disampaikan maskapai sejauh ini adalah pesawat berhasil mendarat dengan selamat.
