Satoru Mochizuki Tinggalkan Timnas Putri Indonesia

Satoru Mochizuki resmi berpisah dari Timnas Putri Indonesia setelah membawa Garuda Pertiwi menjuarai Piala AFF Wanita 2024 dan 2026. Pengganti pelatih asal Jepang itu belum diumumkan.

satoru-mochizuki-tinggalkan-timnas-putri-indonesia

Satoru Mochizuki resmi berpisah dari Timnas Putri Indonesia setelah dua tahun menangani Garuda Pertiwi. Kabar berakhirnya masa tugas pelatih asal Jepang itu diumumkan melalui akun Instagram Timnas Indonesia pada Kamis (5/11), beberapa bulan setelah ia membawa tim mempertahankan gelar Piala AFF Wanita.

Dalam unggahan tersebut, federasi menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kerja Mochizuki. Belum ada keterangan mengenai alasan perpisahan ataupun nama pelatih yang akan menggantikannya.

“Arigatou gozaimashita, Coach Mochi. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan sejarah indah yang ditinggalkan untuk Garuda Pertiwi.”

Mochizuki, yang akrab disapa Coach Mochi, pertama kali ditunjuk menangani tim sepak bola putri Indonesia pada Februari 2024. Kepergiannya menutup periode yang diwarnai perubahan posisi di tim nasional serta pencapaian dua gelar juara di tingkat Asia Tenggara.

Dua gelar Piala AFF Wanita bersama Garuda Pertiwi

Prestasi terbesar Mochizuki bersama Timnas Putri Indonesia adalah membawa tim menjuarai Piala AFF Wanita dalam dua edisi beruntun. Pada 2024, Indonesia menjadi juara setelah mengalahkan Kamboja 3-1 di partai final. Gelar itu menjadi trofi pertama tim di ajang tersebut.

Indonesia kemudian kembali mengangkat piala pada edisi 2026. Dalam laga final, Garuda Pertiwi menaklukkan Laos dengan skor 5-0 untuk mempertahankan gelar. Hasil itu sekaligus menegaskan keberhasilan tim mengulang capaian dua tahun sebelumnya di bawah arahan Mochizuki.

Gelar 2026 juga memastikan Indonesia tampil di ASEAN Women’s Championship 2027, turnamen yang mempertemukan tim-tim terbaik sepak bola putri Asia Tenggara. Dengan demikian, masa tugas Mochizuki berakhir setelah tim meraih hasil penting dan memperoleh tiket ke kompetisi kawasan berikutnya.

Namun, pengumuman perpisahan yang disampaikan melalui media sosial tidak menyertakan rincian mengenai rencana kepelatihan setelah Mochizuki. Hingga kabar tersebut diumumkan, belum ada nama suksesor yang diperkenalkan kepada publik.

Perjalanan Mochizuki di kursi pelatih

Perjalanan Mochizuki bersama timnas tidak sepenuhnya berlangsung tanpa perubahan. Pada 2025, ia pernah diberhentikan dari posisi pelatih. Meski demikian, ia tetap mendapat tugas sebagai ketua tim pengembangan sepak bola putri.

PSSI kemudian kembali menunjuknya sebagai pelatih kepala pada April 2026. Penunjukan itu mendahului keberhasilan Indonesia mempertahankan gelar Piala AFF Wanita. Rentang waktu tersebut menunjukkan bahwa peran Mochizuki di lingkungan sepak bola putri Indonesia sempat berubah sebelum ia kembali memimpin tim nasional.

Dalam pernyataan perpisahan, Timnas Indonesia menyoroti dedikasi, kerja keras, dan sejarah yang ditinggalkan Mochizuki. Unggahan itu tidak memuat penjelasan lebih jauh tentang keputusan mengakhiri kerja sama, sehingga alasan di balik berakhirnya masa tugasnya belum diketahui dari pengumuman tersebut.

Keberhasilan meraih dua gelar beruntun menjadi bagian paling menonjol dari masa kepelatihan pelatih asal Jepang itu. Namun, pencapaian tersebut kini diikuti pertanyaan mengenai siapa yang akan memimpin tim pada agenda selanjutnya, terutama menjelang ASEAN Women’s Championship 2027.

Pengganti belum diumumkan

Belum adanya pengumuman tentang pelatih baru membuat arah kepelatihan Timnas Putri Indonesia masih menunggu keputusan berikutnya dari federasi. Tidak ada informasi dalam pernyataan perpisahan mengenai jadwal penunjukan pengganti ataupun sosok yang tengah dipertimbangkan.

Bagi Garuda Pertiwi, pergantian pelatih datang setelah periode dengan dua gelar Piala AFF Wanita dan kepastian tampil di turnamen kawasan pada 2027. Keputusan PSSI berikutnya akan menentukan siapa yang meneruskan pekerjaan di tim nasional. Untuk saat ini, Mochizuki resmi menutup kiprahnya sebagai pelatih kepala, sementara perhatian beralih pada langkah federasi menyiapkan suksesor.

Beritahariini