Kosta Rika Puncaki Negara Paling Ramah 2026, RI ke-4
Kosta Rika memimpin daftar negara paling ramah 2026 versi Readers’ Choice Awards. Indonesia berada di posisi keempat, berkat budaya gotong royong dan sambutan warga.
Kosta Rika dinobatkan sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 dalam Readers’ Choice Awards yang digelar Condé Nast Traveler. Negara di Amerika Tengah itu meraih skor 98,67 dari 100, mengungguli Selandia Baru dan Irlandia. Indonesia turut masuk jajaran teratas, menempati posisi keempat dengan skor 97,50.
Penghargaan tersebut ditentukan melalui pilihan para pelancong. Karena itu, daftar negara paling ramah 2026 merekam pengalaman wisatawan saat berinteraksi dengan warga setempat, bukan semata-mata daya tarik alam atau destinasi yang ditawarkan.
Kemenangan Kosta Rika disebut sebagai hasil yang langka oleh CN Traveller karena negara itu tampil sebagai pendatang baru di posisi puncak. Namun, rekam jejak pariwisatanya dinilai sejalan dengan hasil tersebut. Kosta Rika secara konsisten berada di posisi teratas dalam indeks kebahagiaan global, dengan filosofi hidup yang mengutamakan kedamaian, optimisme, serta hubungan antarmanusia.
Filosofi hidup Kosta Rika mengantar ke posisi teratas
Salah satu hal yang membentuk kehidupan masyarakat Kosta Rika adalah keputusan menghapus angkatan bersenjata pada 1949. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk militer kemudian dialihkan dalam skala besar ke sektor kesehatan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.
CN Traveller mengaitkan kebijakan dan prinsip hidup tersebut dengan masyarakat yang cinta damai. Lingkungan sosial yang minim stres dan penghargaan terhadap hubungan antarmanusia turut memengaruhi cara warga menyambut pendatang. Bagi wisatawan, keramahan yang terasa dalam interaksi sehari-hari menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung.
Skor 98,67 menempatkan Kosta Rika hanya sedikit di atas Selandia Baru, yang meraih 98,46. Irlandia mengikuti di urutan ketiga dengan nilai 98,39. Ketiganya menjadi tiga negara teratas dalam pemungutan suara pembaca tahun ini.
Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa predikat ramah tidak selalu melekat hanya pada negara yang paling sering disebut sebagai tujuan wisata populer. Dalam penilaian pembaca, kesan yang dibawa pulang dari pertemuan dengan warga bisa menjadi faktor yang menentukan.
Indonesia masuk empat besar negara paling ramah
Indonesia berada di peringkat keempat dengan skor 97,50. Hasil voting menunjukkan turis dari berbagai belahan dunia merasa disambut baik di seluruh negeri. Bagi Indonesia, posisi ini menempatkan keramahan masyarakat sebagai salah satu kekuatan yang ikut membentuk pengalaman wisata.
Budaya gotong royong disebut menjadi akar dari sikap terbuka terhadap pendatang. Tradisi dan budaya umat Hindu di Bali, Jawa, dan Lombok juga termasuk pengalaman yang banyak dibicarakan wisatawan. Interaksi sederhana—bercakap-cakap, mendapat undangan makan spontan, hingga menerima rekomendasi tempat wisata dari warga—dapat meninggalkan kesan yang bertahan setelah perjalanan usai.
Keramahan dalam konteks ini bukan hanya soal sambutan formal. Perhatian kecil dari warga, seperti membantu memberi arah atau berbagi saran, dapat membuat wisatawan merasa lebih dekat dengan tempat yang dikunjungi. Pengalaman semacam itu turut menjelaskan mengapa Indonesia memperoleh skor tinggi dalam pilihan para pelancong.
Daftar lengkap 10 negara teratas pada 2026
Berikut daftar negara paling ramah di dunia versi Readers’ Choice Awards 2026, berdasarkan urutan yang diumumkan:
- Kosta Rika
- Selandia Baru
- Irlandia
- Indonesia
- Bhutan
- Portugal
- Italia
- Yunani
- Thailand
- India
Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara di empat besar, sementara Thailand juga masuk dalam daftar sepuluh besar. Kehadiran dua negara di kawasan ini menunjukkan bahwa pengalaman wisata yang hangat menjadi bagian penting dari daya tarik destinasi.
Peringkat tersebut dapat menjadi pengingat bagi industri pariwisata bahwa kesan pengunjung dibangun bukan hanya oleh tempat yang mereka datangi, tetapi juga oleh interaksi dengan masyarakat. Dengan menjaga keramahan dan tradisi menyambut tamu, Indonesia memiliki modal kuat untuk mempertahankan reputasinya di mata wisatawan dunia.
