Pilrek Unimal: Baidhawi dan Asri Unggul di Putaran Pertama
Baidhawi dan Asri meraih suara terbanyak pada putaran pertama Pilrek Unimal. Alfian dan Jullimursyida akan bersaing dalam pemungutan suara lanjutan untuk posisi ketiga.
Dr. Baidhawi dan Dr. Asri mengamankan posisi teratas dalam pemungutan suara putaran pertama pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Selasa, 13 Oktober 2026. Dari lima kandidat, perebutan satu tempat tersisa di tiga besar masih harus ditentukan melalui pemungutan suara lanjutan antara Dr. Alfian dan Jullimursyida, Ph.D.
Rapat Senat Unimal berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai III, Gedung Rektorat, Kampus Reuleut, Kabupaten Aceh Utara. Sebanyak 34 anggota senat mengikuti pemungutan suara yang menjadi salah satu tahap penting dalam pemilihan rektor untuk masa jabatan 2026–2030.
Hasil putaran pertama Pilrek Unimal
Dalam pemungutan suara awal, Baidhawi memperoleh 11 suara, sementara Asri mendapatkan 9 suara. Alfian dan Jullimursyida sama-sama meraih 7 suara. Kandidat kelima, Dr. Mukhlis, tidak memperoleh suara.
Perolehan tersebut membuat Baidhawi dan Asri berada di posisi teratas, tetapi belum menyelesaikan komposisi tiga calon yang akan melanjutkan proses. Karena Alfian dan Jullimursyida memiliki jumlah suara sama, senat menjadwalkan putaran kedua untuk menentukan siapa yang menempati posisi ketiga.
Pemungutan suara lanjutan dijadwalkan berlangsung setelah waktu istirahat dan salat Asar pada hari yang sama. Dengan demikian, hasil putaran pertama belum dapat disebut sebagai penetapan final tiga calon rektor. Nama kandidat yang melengkapi tiga besar menunggu hasil pemilihan berikutnya.
Lima kandidat paparkan visi dan program
Sebelum pemungutan suara, kelima kandidat menyampaikan visi, misi, dan program kerja dalam rapat senat terbuka. Mereka adalah Dr. Alfian, S.HI., M.A.; Dr. Ir. Asri, S.T., M.T.; Dr. Baidhawi, S.P., M.P.; Jullimursyida, S.E., Ak., M.M., Ph.D.; serta Dr. Mukhlis, S.H., M.H.
Pemaparan dimulai oleh Alfian, disusul Asri dan Baidhawi. Jullimursyida mendapat giliran berikutnya, sedangkan Mukhlis menjadi kandidat terakhir yang menyampaikan gagasannya. Setelah itu, anggota senat menggunakan sesi tanya jawab untuk mendalami rencana dan komitmen para kandidat.
Agenda tersebut memberi ruang bagi setiap kandidat menjelaskan program prioritas dan strategi pengembangan universitas. Isu yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pemimpin kampus mencakup pengembangan akademik, tata kelola kelembagaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta daya saing Unimal.
Dosen berharap suasana kampus tetap kondusif
Persaingan dalam pemilihan rektor menjadi perhatian sivitas akademika. Saiful Adhar, dosen senior Unimal, berharap proses berlangsung demokratis dan objektif serta mengutamakan kepentingan institusi. Menurut dia, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam pemilihan, tetapi tidak semestinya berkembang menjadi perpecahan di lingkungan kampus.
“Pemilihan rektor merupakan momentum penting untuk menentukan arah masa depan Universitas Malikussaleh. Kita berharap seluruh proses berjalan dengan baik, mengedepankan integritas, serta memberikan ruang bagi setiap calon untuk menyampaikan gagasan dan program terbaiknya,” ujar Saiful.
Ia juga berharap rektor terpilih mampu merangkul seluruh sivitas akademika dan membangun budaya kerja profesional. Kepemimpinan baru, menurut Saiful, perlu memperkuat mutu pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, serta mendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Harapan agar suasana kampus tetap terjaga muncul di tengah dinamika pemilihan. Proses yang berjalan sesuai mekanisme dan dapat dipertanggungjawabkan dinilai penting agar hasilnya diterima sebagai keputusan institusi, bukan sekadar kemenangan salah satu kelompok.
Tiga nama akan diteruskan ke kementerian
Setelah tiga calon ditetapkan, nama-nama tersebut dijadwalkan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 14–16 Oktober 2026. Para calon kemudian akan menjalani pemeriksaan rekam jejak oleh kementerian dan lembaga terkait.
Tahap berikutnya adalah pemilihan rektor yang dijadwalkan pada 24 November 2026. Proses ini akan menentukan pemimpin Unimal untuk empat tahun ke depan, sekaligus arah kebijakan kampus dalam menghadapi tantangan peningkatan mutu akademik, penguatan riset, pembenahan tata kelola, dan daya saing lulusan.
Hingga putaran kedua selesai, persaingan untuk melengkapi tiga nama masih terbuka bagi Alfian dan Jullimursyida. Sivitas akademika kini menanti keputusan senat berikutnya, dengan harapan seluruh tahapan berlangsung tertib dan memberi landasan kuat bagi kepemimpinan Unimal periode 2026–2030.
