Foto AI Mitha The Virgin Bersama Ibu Bikin Haru
Mitha The Virgin menangis saat menerima foto AI yang menggambarkannya umrah bersama mendiang ibu. Foto itu akan dipajang di rumah sebagai pengingat momen yang tak sempat mereka jalani bersama.
Mitha The Virgin menangis saat menerima foto hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya seolah-olah sedang umrah bersama mendiang ibunya. Foto itu terasa istimewa bagi Mitha karena ia baru saja pulang dari Tanah Suci, sementara keinginan untuk beribadah bersama sang ibu tak sempat terwujud semasa hidupnya.
Foto tersebut merupakan gabungan potret Mitha saat umrah belum lama ini dengan foto ibunya di depan Kakbah pada 2018. Momen ketika ia menerima hadiah itu terjadi di Studio FYP Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Mitha mengaku tak mampu menahan tangis ketika melihat hasilnya.
“Pas dikasih, refleks langsung nangis aku ya. Langsung kejer nangis tadi di studio,” ujar Mitha The Virgin.
Bagi Mitha, gambar itu bukan sekadar hasil olahan teknologi. Potret tersebut menghadirkan bayangan tentang perjalanan ibadah yang ia harapkan bisa dijalani bersama ibunya. Ia mengatakan foto itu membuatnya merasa seolah-olah benar-benar umrah bersama sang ibu.
Foto AI mengingatkan Mitha pada keinginan umrah bersama ibu
Mitha mengenang bahwa sang ibu pernah berangkat ke Tanah Suci bersama kerabat. Saat itu, ia belum merasa siap untuk ikut. Pengalaman tersebut kini menjadi penyesalan tersendiri, meski Mitha memandang perjalanan setiap orang menuju Tanah Suci memiliki waktunya masing-masing.
Menurut Mitha, keputusan untuk berangkat umrah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan materi atau mental. Ada pula perasaan terpanggil yang, menurutnya, baru ia rasakan belakangan ini. Ia pun akhirnya menjalani perjalanan itu setelah sebelumnya belum siap mengikuti keberangkatan sang ibu.
“Kata orang kalau ke Tanah Suci itu sebenarnya bukan hanya materi atau mental atau apa, tapi memang terpanggil. Ya mungkin aku baru terpanggilnya kemarin,” tuturnya.
Foto hasil AI itu akan dipajang di rumah. Mitha merasa gambar tersebut membuat pengalaman umrahnya seolah memiliki kenangan bersama ibunya. Ia juga menilai wajah sang ibu di foto tidak berubah.
“Iya, bener. Jadi kayak ngerasa umrah bareng ya. Gak ada berubahnya lagi mukanya,” kata Mitha.
Mitha masih merasakan kehilangan setelah ibu meninggal
Di balik tangis saat menerima foto, Mitha juga mengungkapkan bahwa kehilangan sang ibu masih terasa dalam kesehariannya. Ibunya meninggal hampir satu setengah tahun lalu. Sebelum itu, Mitha terbiasa mengabari sang ibu setiap kali hendak bekerja atau tampil di televisi.
Kebiasaan sederhana tersebut kini tak bisa lagi ia lakukan. Mitha mengatakan dirinya merasa kesepian karena tidak ada lagi sosok yang biasa menerima kabar tentang aktivitasnya. Ia menyampaikan hal itu dengan terbuka, sembari berusaha menerima keadaan dan melanjutkan hidup.
“Ini sekarang udah gak ada yang aku kabarin lagi. Jadi bener-bener ya kesepian sih, tapi ya gak apa-apa kan masih ada Dara, masih ada teman-teman lain. Masih ada adik aku, jadi ya mencoba untuk menjalani hidup aja,” ungkapnya.
Dukungan dari orang-orang di sekitarnya menjadi bagian dari upaya Mitha menjalani hari-hari setelah kehilangan. Ia menyebut Dara, teman-teman, dan adiknya sebagai orang-orang yang masih ada untuknya. Namun, rutinitas memberi kabar kepada ibu tetap menjadi hal yang terasa hilang.
Foto itu memberinya ruang untuk mengingat sang ibu melalui pengalaman yang dekat dengan perjalanan spiritualnya. Mitha tidak menyebut gambar tersebut sebagai pengganti kehadiran sang ibu; ia justru mengaitkannya dengan perasaan seolah bisa berbagi momen umrah yang dulu tak sempat mereka jalani bersama.
Doa Mitha untuk keluarga dan karier The Virgin
Selama berada di Tanah Suci, Mitha juga memanjatkan doa untuk keluarga dan perjalanan karier The Virgin. Ia berharap grup musik yang dijalaninya bersama Dara itu dapat kembali bersinar. Mitha juga ingin memiliki karya baru yang mendapat sambutan baik.
Harapan tersebut tidak berhenti pada kesuksesan pribadi atau grup. Mitha berdoa agar karya yang dihasilkan kelak dapat membuka rezeki bagi banyak orang. Doa itu menjadi salah satu hal yang ia bawa pulang setelah menjalani umrah.
“Pasti aku ngedoain kariernya The Virgin biar makin bersinar. Terus juga aku berdoa semoga aku punya karya lagi yang bisa bagus lagi kayak dulu gitu, bisa memberi rezeki ke banyak orang,” pungkasnya.
Bagi Mitha, perjalanan umrah kali ini menyimpan kenangan, doa, dan rasa kehilangan yang masih ia jalani. Foto AI bersama sang ibu akan menjadi pengingat personal di rumah, sementara harapannya terhadap karya-karya The Virgin menunjukkan bahwa ia tetap menatap langkah berikutnya.
