Liza Natalia: Orang Tua Perlu Masuk ke Dunia Anak Gen Z
Liza Natalia menyebut pola asuh anak Gen Z perlu menyesuaikan perubahan zaman. Orang tua, menurut dia, harus memahami dunia anak dan terus memperbarui wawasan.
Liza Natalia menilai orang tua perlu lebih adaptif dalam membesarkan anak Gen Z. Derasnya arus informasi dan besarnya pengaruh media sosial membuat pola asuh masa kini tak bisa disamakan begitu saja dengan cara yang diterapkan pada generasi sebelumnya.
Ibu dari Queennara Latiza Brillians itu mengatakan, memahami kehidupan anak menjadi langkah penting untuk menjaga komunikasi sekaligus mengawasi pergaulan mereka. Menurut Liza, orang tua perlu mengikuti perkembangan yang berkaitan dengan dunia dan masa depan anak, meski upaya itu tidak selalu mudah.
“Parenting-nya harus bisa masuk ke dunianya dia. Karena menurut aku, beda dengan zaman aku dulu,” ujar Liza saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan.
Pola asuh anak Gen Z tak bisa disamakan
Liza membandingkan situasi yang dihadapi orang tua sekarang dengan masa ketika ia masih tumbuh. Saat itu, menurut dia, media sosial belum memiliki pengaruh sebesar sekarang dan informasi dari luar belum sebanyak yang diakses anak-anak masa kini.
Perubahan tersebut, kata Liza, turut memengaruhi cara anak menerima pesan dari orang tua. Ia mengingat masa ketika anak cenderung takut kepada orang tua sehingga perkataan mereka lebih mudah didengarkan. Kondisi sekarang berbeda, karena anak memiliki akses informasi yang lebih luas.
“Kalau zaman aku dulu, media sosial belum segila sekarang. Pengaruh dari luar juga belum sebanyak sekarang. Dulu, kita takut sama orang tua. Jadi, apa pun yang orang tua bilang pasti didengarkan,” kata Liza.
Perbedaan itu membuat pendekatan lama tidak selalu dapat diterapkan begitu saja. Liza tidak mengatakan orang tua harus meninggalkan peran mereka, tetapi menekankan pentingnya menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kehidupan anak saat ini.
Bagi Liza, perubahan pola asuh berkaitan dengan lingkungan informasi yang kini lebih luas. Anak tidak hanya menerima pengetahuan dari keluarga, tetapi juga menyerap informasi dari luar. Situasi ini membuat orang tua perlu memahami apa yang mereka hadapi sehari-hari sebelum menentukan cara mendampingi mereka.
Orang tua perlu memahami dunia anak
Liza melihat anak-anak masa kini dapat berkembang lebih cepat karena paparan informasi yang lebih beragam. Mereka, menurut dia, lebih cepat menyerap informasi dan bertumbuh dibandingkan generasi sebelumnya.
“Anak sekarang mungkin karena sudah banyak informasi dari luar, bukan hanya dari kita sebagai orang tua, jadi lebih cepat pintar, lebih cepat menyerap informasi, dan lebih cepat berkembang,” tuturnya.
Pengamatan itu menjadi alasan bagi Liza untuk mendorong orang tua agar ikut memahami dunia anak. Ia menilai komunikasi yang terjaga dan kemampuan memahami kehidupan mereka dapat membantu mempertahankan hubungan antara orang tua dan anak.
“Pada akhirnya, kita sebagai orang tua harus bisa mengimbangi anak dengan cara masuk ke kehidupan mereka yang sekarang,” kata Liza.
Masuk ke kehidupan anak, dalam pandangan Liza, berarti orang tua tidak berhenti mengikuti perubahan yang memengaruhi kebutuhan dan masa depan mereka. Dengan begitu, orang tua dapat berupaya memahami hal-hal yang dekat dengan anak, alih-alih hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.
Terus memperbarui wawasan bukan perkara mudah
Liza mengakui mengikuti perkembangan zaman dan pola pikir anak bukan pekerjaan ringan. Orang tua bisa merasa perlu terus mengejar perubahan, terutama ketika anak dinilai lebih akrab dengan teknologi dan informasi yang terus berkembang.
“Kadang-kadang kita berpikir, masa sih harus terus mengikuti alur mereka yang sudah canggih? Tapi mau tidak mau, kita harus tetap update tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan dan masa depan mereka,” ujarnya.
Bagi Liza, tantangan itu tidak menghilangkan kebutuhan orang tua untuk terus belajar. Ia menilai memperbarui wawasan merupakan bagian dari upaya memahami kebutuhan anak dan tetap terhubung dengan kehidupan mereka.
Pandangan Liza menempatkan komunikasi sebagai salah satu pegangan dalam menghadapi perubahan pola asuh. Orang tua tetap memiliki peran mendampingi anak, tetapi perlu berusaha memahami dunia yang mereka jalani agar hubungan keluarga tidak berjarak.
Di tengah perubahan yang terus berlangsung, pesan Liza sederhana: orang tua perlu bersedia mengikuti perkembangan anak. Upaya itu mungkin menuntut penyesuaian, tetapi menurutnya penting agar orang tua dapat memahami kehidupan serta masa depan generasi yang mereka besarkan.
